banner 728x250

Dugaan Mark up Angaran ketahanan pangan Desa Penum Mencuat ke Publik.

INFOOMBB.COM-Bengkulu 11 juli 2024. Angaran ketahan Pangan desa Penum Kec.Taba Penanjung kabupaten Bengkulu Tengah diduga terindikasi Mark up.

Pasal nya,Kuat dugaan tersebut atas keterangan warga Desa Penum saat awak media turun kelapangan menyampai bahwasanya setiap kegiatan yang di angarkan memakai Angaran dana desa masyarakat tidak ada yang di beritahu. Hanya pihak kades dan perangkat saja yang mengetahui.

Ya pak”kami selaku warga tidak mengetahui apapun yang akan di Rapat kan oleh kepala desa Masalah Angaran dana Desa, krna kmi masyarakat tdak pernah di undang di saat Rapat.”ujarnya

Ditambahkanya,prihal ketahan pangan, kemaren memang ada di pembibitan ikan nila dan sudah panen,namun ikan tersebut banyak terbuang sia-sia di karenakan pihak kades berjanji dengan pihak pembeli”Namun pihak pembeli tidak datang sehingga ikan tersebut banyak mati dan ahirnya di Timbun ke tanah dan di buang ke sungai,Untuk jumlah nya cukup lumayan banyak berkisar 2 ton.”pungkasnya

Lanjutnya”kami masyarakat pernah mencoba mau membeli namun tidak di perbolehkan. kami masyarakat hanya di bagikan ikan yang kecil saja yang berukuran sekitar dua jari dan tiga jari sebanyak sekitar 1 kg .”tutupnya.

Padahal angaran yang diadakan desa Penum untuk ketahanan pangan pembibitan ikan nila yang memakai Angaran dana desa (DD) di tahun 2023 cukup lumayan besar.
Tahap (1) Rp.23.736.800
Tahap (2) Rp.88.215.000
Tahap (3) Rp.26.810.000
Sangat di sayang kan”Angaran yang mencapai Ratusan juta ini Sama sekali masyarakat tidak mengetahui yang mana seharusnya seorang kepala desa harus transparan dan terbuka kepada masyarakatnya.

“Namun Beda dengan kepala desa Penum kecamatan Taba Penanjung KAB.Bengkulu tengah yang hanya Rapat tertutup dengan prangkatnya saja.”Maka kuat dugaan Mark up Angaran dan terindikasi korupsi.

Ditahun 2024 pengadaan ketahanan pangan di Desa Penum kembali di adakan di pembibitan ikan Nila Dengan angaran funtastik dengan Pagu anggaran Rp.140.025.600. Sedangkan bibit yang di lepas hanya 25000 ekor.

Saat awak media mencoba konfirmasi ke Rumah kepala desa,bapak Iskandar selaku kepala desa tidak bisa di jumpai. Hanya ada istri kepala desa yang keluar dan mengatakan bapak kades lagi pergi kekebun lewat belakang”sampai ahirnya berita ini di terbitkan belum ada jawaban dari kepala desa Penum.

Kepada pihak APH,Inspektorat,PMD dan pihak terkait lainnya, untuk dapat kiranya meng Audit angaran dana desa Penum kecamatan tabah Penanjung Kab.Bengkulu tengah.

Pewarta (BA)

Tinggalkan Balasan