banner 728x250

Saat Rapat Di Pertanyakan Uang bumdes Oleh Ketua BPD,Kepala Desa Renah Semanek Kec.Karang Tinggi Kabupaten Bengkulu Tengah Emosi dan Lempar Piring.

INFOOMBB.COM-Bengkulu 12 juli 2024, Baru-baru ini berita desa Renah Semanek kecamatan Karang tinggi kabupaten Bengkulu Tengah heboh dengan adanya cekcok antara kepala Desa dan ketua badan permusyawaratan desa (BPD) hingga berbuntut Panjang.

Informasi yang awak media dapat dari warga Keributan berawal saat di adakanya Rapat Masalah angaran Bumdes Pada tangal 8 juli 2024″sehingga terjadilah cekcok pada hari itu, sampai ahirnya ketua BPD melaporkan kejadian ini kepolres Bengkulu Tengah.

Kemudian awak media mencoba untuk konfirmasi kepada kepala desa Renah Semanek, namun kepala desa tidak ada di tempat.”lalu awak media mencoba mendatangi Rumah ketua (BPD) bapak Bambang Sudarmo yang pada saat itu beliau lagi berada di Rumah.

Bapak Bambang Sudarmo menjelaskan bahwa kejadian itu memang benar Dan sudah di laporkan kepada Pihak berwajib (Polres Bengkulu Tengah)

“Ya memang malam itu terjadi keributan saat rapat dana angaran Bumdes “Karna Rapat ini ada yang tidak singkron maka saya ada sedikit yang disampaikan, Kemudian saya mempertanyakan uang kas Bumdes yang dalam perkiraan berjumlah Rp.53.000.000 (Lima puluh tiga juta) Namun pak kades sepertinya Tidak terima dan langsung saja emosi dan mengeluarkan kata-kata yang tidak wajar namun saya tetap duduk dan diam.”ujar Bambang Sudarmo

Ditambahkanya lagi, kepala desa ISMAIL BAKARIA juga melempar kan piring sehingga ada korban yang terkena di bagian leher, Lalu saya di bawa kedalamĀ  di Ruangan belakang dan di situlah saya di pegang oleh perangkat Desa dan diduga mau dikeroyok sehingga saya brontak dan terlepas lalu saya lari lewat pintu belakang .”tutupnya

Setelah itu awak media coba kembali menghubungi kepala desa lewat pesan whatsap untuk mempertanyakan Masalah pemberitaan media online beberapa waktu lalu, Pak kades Ismail hanya menjawab” saya tidak pernah ribut sama siapapun” biarlah nanti pengadilan yang menentukan siapa yang salah dan yang benar” lalu pak Mengirimkan kartu KTA LEMBAGA DAN PERS MEDIA sembari menyampai kan.”Ini kartu lembaga saya dan Pers saya”Maka dari itu saya pantau lembaga dan Pers ketika tidak sesuai maka saya Jafri ke Pribadi.” Isi Pesan Whatsap bapak Ismail Bakaria kepada awak media

“Sampai berita ini di terbitkan kepala desa ISMAIL BAKARIA seakan bungkam dan tidak Menangapi dengan permasalahan ini” kuat dugaan karna Merasa dirinya Sudah memegang kartu keangotaan lembaga dan media (Pers) sehingga akan kebal Hukum” Seharusnya kepala desa Menunjukan etika baik dan Sopan santun.” kali ini beda dengan kepala desa Renah Semanek (Ismail Bakaria) yang merasa hebat dan angkuh hinga memamerkan KTA

Semoga pihak APH dan dinas – dinas terkait di kabupaten Bengkulu tengah, Agar kiranya dapat segera menindak lanjuti hal tersebut kemudianĀ  Memberikan sangsi tegas kepala Desa.

Pewarta (BA)

Tinggalkan Balasan