banner 728x250

kalah pemiluh ketua PDP (PDI) perjuangan Sultra Ahmad Safei di tuding jadi penyebabnya, ratusan demonstran ricuh duga adanya profokator, berujung salasatu anggota polres Kolaka di larikan ke RS mulut dan hidung berdarah akibat leparan batu

INFOOMBB.COM-kalaha, 2 Desember 2024 – Jalan pasar raya Mekongga, Kolaka pagi tadi menjadi pusat perhatian setelah aliansi masyarakat Kolaka pencari keadilan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran.

Sekitar ratusan peserta aksi, yanga di pimpin oleh haeruddin , berkumpul di depan
Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI-Perjuangan Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Kelurahan Lamokato

Demonstran menyuarakan ketidakpuasan terhadap kinerja Ketua DPC PDIP sultara yang dinilai tidak proaktif, terutama dalam menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Kolaka 2024.

Sayangnya, situasi mulai tidak kondusif pada pukul 10.00 WIT, saat sala satu Massa mencoba mem profokasi dengan cara melempar segelas air kearah polisi saat Kabag Ops Polres Kolaka, Kompol I Gusti menyampaikan pidatonya agar demo hari ini berjalan aman dan kondusif,

Di selah penyampaian kabag OPS salasatu pendemo berbaju hitam bertuliskan persatuan komunitas adat magau (PKAM) terlihat dengan jelas melempar kearah brikade petugas hingga memancing terjadinya bentrokan sengit yang melibatkan massa dan aparat, Pihak keamanan akhirnya terpaksa menggunakan mobil water cannon dan gas air mata untuk memukul mundur massa .

Akibat kericuhan ini, seorang anggota Polres Kolaka mengalami luka pada bibir akibat lemparan batu.

Kasi Humas Polres Kolaka, Iptu Dwi Arif menyampaikan, salah satu anggotanya mengalami luka serius karena bibir korban robek dan beberapa gigi bagian depan goyang terkena lemparan batu. Korban dari pihak kepolisian telah dilarikan ke Rumah Sakit setempat untuk mendapatkan perawatan, ujarnya

“Aksi unjuk rasa ini menciptakan suasana panas di kabupaten kolaka namun pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk menenangkan situasi dan mengedepankan dialog damai guna mencegah kericuhan lebih lanjut”

Dikutip dari narasi yg beredar mengatas namakan (suara rakyat kecil) berharap langkah mediasi dapat segera meredahkan ketegangan di kabupaten Kolaka usai pilkada

Juĝa memberi Saran terakhir Jika tidak puas dengan Pilkada gugat lah ke Mahkamah Konstitusi sebagai Jalur yang disiapkan, undang -undang,bahwa fakta dan bukti-bukti yang di klaim sebagai kecurangan, dan buktikanlah di hadapan hakim yang mulia,

Juĝa bawa bukti dan fakta Ke Dewan Kehormatan Partai tunjukan dan buktikan di sana bahwa benar-benar kader partai pdip di khianati bukan justru membuat narasi pendukung dan relawan untuk menghina mengata-ngati Pak safei.

Reporter: Adi agung

Tinggalkan Balasan