Infoombb.com Bengkulu Utara – Sebelumnya badan usaha milik desa (BUMDES) desa urai kecamatan ketahuan kabupaten bengkulu utara provinsi bengkulu ramai jadi perbincangan publik (11/5/2026)
Dari informasi yang di himpun Bumdes desa urai tahun anggaran 2025 yang lalu pengadaan kambing yang diduga sebanyak 25 ekor. Menurut keterangan warga setempat yang engan disebutkan namanya kalau pengadaan kambing tersebut diduga tidak transparan dan pembagiannya kepada warga tidak tepat sasaran.
“Ia pak kalau menurut kami yang mendapatkan bantuan kambing itu tidak tepat sasaran, sebab banyak orang yang mampu secara ekonomi, sedangkan yang tidak mampu banyak yang tidak dapat, “terang warga.
“Bukan itu saja pak Haraga anak kambing itu kalau kami tidak salah 1,5 juta per ekor nya, “kalau menurut kami itu tidak masuk akal pak anak kambing seukuran itu harganya 1,5 juta.
Sumber juga menambahkan, kalau kami tidak salah kambing itu 25 ekor, sekarang informasinya tinggal 6 ekor entah kemana sisanya pak mati apa hilang kami kurang tau pak coba tanya saja ke pada pengurus Bumdes. “Pungkasnya.
Dilansir dari halaman busernet.co.id 11/5/216, kepala Inspektorat Bengkulu Markisman menerangkan. “terkait laporan pemberitaan sudah kami tindak lanjuti, tim kami sudah turun ke desa urai melakukan audit nanti kita lihat saja berapa temuan kerugian negara, “jelasnya.
Lebih lanjut markisman menambahkan, “Nanti akan kita surati kepala desa urai untuk pengembalian kerugian negara dengan tenggang waktu selama enam puluh hari. dan juga nanti akan kita laporkan kepada Bapak Bupati, jadi kita tunggu saja hasil audit yang dilakukan oleh tim kami.
Adapun tim irban yang membidangi Audit wilayah Kecamatan Ketahun Desa Urai, “berapa kerugian negaranya setelah hasil audit kita tunggu aja laporannya, nanti kita kasih tau untuk kelanjutan beritanya.
terima kasih kepada awak media yang sudah memberitahukan informasi, tentang pengelolaan dana desa bumdes di Desa Urai di tahun anggaran 2025, terkait adanya indikasi Mark Up harga anak kambing bumdes Desa Urai, sudah kita turunkan tim audit ke desa urai, sekarang mereka lagi bekerja kita tunggu aja, “pungkasnya.(Uh)







