Infoombb.com-BENGKULU, — Ustadz Rahman Tamrin,S.Ag.menyampaikan pernyataan terbuka sebagai orang tua yang merasa dirugikan atas peristiwa kekerasan yang menimpa anaknya.Anak beliau menjadi korban pengeroyokan hingga mengalami luka berat berupa patah tulang rahang,yang diduga dilakukan oleh anggota Satuan Pengamanan dan Penjaga Gawang (SPPG) Pantai Berkas,Kota Bengkulu.
“Saya datang bukan untuk membuat gaduh.Saya datang sebagai orang tua yang dirugikan.Anak saya menjadi korban pengeroyokan yang menyebabkan patah tulang rahang. Perbuatan ini diduga dilakukan oleh anggota SPPG Pantai Berkas Kota Bengkulu,”ungkap Ustadz Rahman Tamrin,S.Ag.
Pihak keluarga menyampaikan rasa kecewa yang mendalam,karena belum adanya itikad baik dari pihak yang diduga terlibat untuk bertanggung jawab dan menyelesaikan masalah secara manusiawi dan kekeluargaan.
“Yang sangat kami kecewakan adalah belum ada itikad baik dari pihak yang diduga melakukan penganiayaan terhadap anak saya untuk bertanggung jawab dan menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.Namun kami tetap percaya pada tegaknya hukum di negara ini.Oleh karena itu,kami menuntut proses hukum berjalan secara transparan, adil, dan tidak memihak,”tegasnya.
Ustadz Rahman Tamrin, S.Ag.pun memohon dukungan kepada seluruh masyarakat,awak media,serta organisasi kemasyarakatan di Provinsi Bengkulu untuk turut mengawal penanganan perkara ini demi keadilan bagi anaknya.
“Saya mohon dukungan seluruh masyarakat. Saya juga memohon dukungan kepada seluruh awak media dan ormas yang ada di Provinsi Bengkulu untuk turut mengawal kasus ini,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan,pihak SPPG Pantai Berkas belum dapat dihubungi untuk memberikan keterangan terkait persoalan ini.Media ini selalu membuka ruang seluas-luasnya bagi semua pihak untuk memberikan keterangan seputar kasus yang menimpa anak Ustadz Rahman Tamrin, S.Ag.
Tim Red,







