banner 728x250
Daerah  

Revitalisasi SMKN Kota Bengkulu Ramai Jadi Perbincangan Publik, Anggaran Miliaran Dinilai Tidak Tepat Sasaran

Infoombb.com Bengkulu – Menangapi pemberitaan dari media metrobengkulu.com kepala dinas pendidikan provinsi Bengkulu H. Zulhendri, S.Sos, M.Pd menegaskan pihak sekolah untuk membongkar pemasangan keramik/granit yang tumpang tindih dengan yang lama.(31/7/2026)

Kepala dinas pendidikan provinsi Bengkulu Zulhendri mengarahkan media untuk Koordinasikan dengan pihak perencanaan “ajak cek kelapangan panggil konsultan dan para kepsek,”ujar kadis.

Tidak sampai disitu kepala dinas sontak terkejut melihat Poto pemasangan keramik/granit yang tumpang tindih dengan yang lama,”Ok Kito suru bongkar,”tegas kadis.

Tidak sampai disitu, awak media konfirmasi melalui telepon WhatsApp kepada syarifudin staff Diknas provinsi Bengkulu bidang perencanaan menerangkan, “ia kalu pemasangan keramik/granit yang tumpang tindih dengan yang lama sudah kita suruh bongkar dan kita suruh Pihak SMKN 4 untuk mendokumentasikan,”ujarnya.

Terkait pemasangan kramik/granit yang tumpang tindih dengan yang lama baik pun keramik berbeda warna di SMKN 2 kota Bengkulu beliau belum mengetahuinya,”ia saya akan berkoordinasi dengan pihak sekolah terkait apa yang di sampaikan oleh media metrobengkulu.com,”pungkasnya.

Sebelumnya pekerjaan Revitalisasi SMKN di Kota Bengkulu yang menelan anggaran cukup fantastis mencapai miliar rupiah Menyita perhatian.

pelaksanaan pekerjaan rehabilitasi ruang kelas dan prasarana lainnya ini diduga kuat minimnya pengawasan dari pihak yang terkait.

Berdasarkan data yang dihimpun ada sejumlah proyek strategis untuk menunjang mutu pendidikan khususnya dilingkungan provinsi Bengkulu, diantaranya Revitalisasi SMKN 2, SMKN 4, SMKN 5 dan SMKN 6 yang berlokasi di kota Bengkulu.

Mirisnya, anggaran proyek miliaran tersebut diduga tidak mengutamakan kualitas pekerjaan sehingga memunculkan dugaan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis dan RAB.

Bagaimana tidak, Pantauan tim media di lokasi SMKN 2 kota Bengkulu menunjukkan adanya dugaan ketidaksesuaian RAB, mulai dari penggunaan rangka plafon yang mengunakan kayu sudah tidak layak/kropos hingga pasangan granit Tumpang Tindih serta mengunakan keramik/granit dengan warna yang berbeda, putih terang dan gelap. tentu hal tersebut menyita perhatian.

Disisi lain pekerjaan revitalisasi SMKN 4 kota Bengkulu tidak jauh berbeda. pemasangan keramik/granit yang sangat mencolok tumpang tindih dengan keramik yang lama hingga pengecoran beton tidak mengunakan dukungan alat seperti pada umumnya mengunakan mesin molen, melainkan mengunakan adukan manual tentu hal ini sangat berpengaruh dengan struktur beton yang dihasilkan.

kelalaian fatal lainya terlihat sejumlah pekerja di lokasi proyek revitalisasi tersebut tidak dilengkapi  Alat Pelindung Diri (APD) sesuai dengan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), seperti helm, rompi, maupun sepatu. Sesuai dengan Undang-Undang yang mengatur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) UU Nomor 1 Tahun 1970.

Saat dikonfirmasi sejumlah pekerja di lokasi mengatakan, “saya baru hari ini bekerja pak, pasangan keramiknya ia seperti ini aja pak, tumpang tindih dengan yang lama, “singkatnya.

Hingga berita ini terbitkan, pihak panitia pelaksana, konsultan pengawas maupun kepala sekolah SMKN 2 dan 4 Kota Bengkulu belum dapat dikonfirmasi untuk dimintai keterangan terkait pekerjaan tersebut dan masih terus diupayakan. Sesuai prinsip keberimbangan dalam pemberitaan, untuk memberikan ruang hak jawab.(Tim)

Tinggalkan Balasan