banner 728x250

PANAS! DUGAN BOBROKNYA PROYEK SDN 80 BENGKULU TENGAH MEMATAKAN BANTAHAN KEPALA SEKOLAH: TIANG DIBONGKAR, KETUA OMBB DESAK APH TURUN TANGAN

Infoombb.com-BENGKULU TENGAH — Agustus 7, 2026 Isu miring yang menerpa Proyek Revitalisasi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 80 Bengkulu Tengah bernilai Rp 892.187.082 (TA 2026) kian bergejolak dan menyedot perhatian publik secara luas. Menyusul sorotan tajam dari media aruskritis.com terkait indikasi pengerjaan asal-asalan, reaksi keras kini datang dari jajaran organisasi kemasyarakatan yang menilai ada kejanggalan fatal di lokasi proyek.

 

Ketua Umum Ormas Masyarakat Bengkulu Bersatu (OMBB), M. Diamin, mengecam keras temuan pembongkaran tiang-tiang cor tambahan yang sempat terpasang pada bangunan sekolah tersebut. Menurutnya, tindakan pembongkaran paksa itu merupakan bukti tak terbantahkan bahwa pengerjaan fisik diduga kuat menabrak spesifikasi teknis dan sarat manipulasi.

 

Berdasarkan temuan di lapangan, pengecoran tiang tambahan tersebut disinyalir kuat memangkas standar mutu—tanpa batu split (kerikil) serta dikerjakan secara manual tanpa mesin aduk beton (molen), melainkan hanya mengandalkan campuran pasir krokos.

 

M. Diamin menegaskan, jika kasus ini tidak mencuat ke permukaan melalui media, struktur bangunan yang tak memenuhi standar mutu itu berpotensi terus dibiarkan hingga membahayakan nyawa para siswa dan guru.

“Pembongkaran tiang yang sudah terpasang ini memperjelas betapa bobrok dan lalainya pengawasan dari pihak dinas maupun konsultan pengawas. Tanpa kontrol media dan desakan publik (no viral no justice), kita tidak tahu seperti apa risiko bencana yang mengintai anak-anak kita kelak,” tegas M. Diamin dengan nada geram.

 

Atas dugaan demi meraup keuntungan pribadi dengan mengorbankan mutu bangunan yang berpotensi merugikan keuangan negara, publik kini mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) dan dinas terkait untuk tidak tinggal diam. APH diminta segera melakukan audit teknis menyeluruh dan memproses hukum kontraktor pelaksana serta tim pengawas yang bertugas.

 

Bantahan Kepala Sekolah dan Teka-Teki Pembongkaran Tiang.

Guna menjaga keberimbangan berita, tim redaksi melakukan konfirmasi kepada Kepala Sekolah SDN 80 Desa Gajah Mati, Kecamatan Karang Tinggi, Ahmad Welson, S.Pd., melalui pesan tertulis WhatsApp.

Dalam responnya, Ahmad Welson secara tegas membantah seluruh dugaan kejanggalan tersebut dan menyebut pemberitaan yang beredar tidak sesuai fakta.

“Waalaikumsalam, selamat pagi juga. Iya memang benar sudah mencuat di media, tapi itu baru dugaan dan berita itu tidak benar. Pelaksanaan pengecoran kami menggunakan batu split, kemudian pekerjaan itu kami diawasi oleh pihak pengawas, sudah pasti kami mengerjakan sesuai spek yang didampingi oleh pengawas. Kemudian untuk alat molen, benar adanya kami tidak menggunakannya karena itu tidak ada di RAB. Kalau tidak ada di RAB, tidak mungkin saya berani untuk pengadaan molen. Sekali lagi berita itu tidak benar, demikian terimakasih,” ujar Ahmad Welson.”

 

Kendati Kepala Sekolah mengklaim seluruh pekerjaan telah sesuai spek dan didampingi pengawas, sebuah pertanyaan besar tetap mengganjal: Jika memang pengerjaan sudah sesuai spesifikasi teknis dan berita yang beredar tidak benar, lantas atas dasar apa tiang cor balok tambahan yang sudah terpasang rapi tersebut harus dibongkar kembali?

 

Saat tim media mencecar pertanyaan lanjutan mengenai alasan mendasar pembongkaran tiang cor balok tambahan tersebut, Ahmad Welson memilih bungkam dan tidak memberikan jawaban sepatah kata pun hingga berita ini diterbitkan. Sikap bungkam sang Kepala Sekolah justru semakin menguatkan spekulasi publik bahwa ada yang tidak beres dalam proyek revitalisasi bernilai ratusan juta rupiah tersebut.

 

Pewarta(ad)

Tinggalkan Balasan