banner 728x250
Daerah  

Bupati Mukomuko kunjungi wisata di desa Lebong tandai

BENGKULU UTARA- infoombb.com_ Bupati Mukomuko bersama rombongan dan tokoh masyarakat sebagai narasumber tentang Desa Lebong Tandai, ini semoga merupakan nama desa yang sangat kita kenal. Desa yang terletak di Kecamatan Napal Putih, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu itu, juga disebut sebagai Batavia Kecil-

 

Lebong Tandai merupakan sebuah nama desa yang berasal dari kata ‘Lobang yang Ditandai’. Dari keterangan warga setempat, para pendahulu warga Lebong Tandai menyambungkan kata Lobang yang ditandai dengan istilah Lebong Tandai

 

 

Saya sebagai putra daerah dari propinsi Bengkulu sebagai kepala daerah Bupati Mukomuko, Lebong Tandai berada di Bengkulu Utara yang saya belum pernah datang kesini, saya mengucapkan terima kasih dan bersyukur kepada tokoh tokoh masyarakat, kami yang Bengkulu Utara ini, kami betul betul bersedia untuk membantu menemani bisa untuk berkunjung ke Desa Lebong Tandai ini-

 

 

Semoga Desa Lebong Tandai menjadi objek wisata, informasi yang di dapat dari tokoh masyarakat dan para pemerintah disini berkeinginan menjadi objek wisata, dan apa lagi saya sangat senang sejarah dan Desa Lebong Tandai objek wisata yang dikenal banyak orang dan dulu banyak penambangan mas” ujar Bupati Mukomuko

 

Dalam rangka silaturahmi Bupati Mukomuko H. Sapuan. SE, berharap jalan menujuh Desa Lebong Tandai bisa tembus ke Kabupaten Lebong atau ke provinsi jambi-

 

 

Sementara itu, untuk beberapa bangunan lainnya saat ini hanya meninggalkan puing-puingnya saja. Sebab, setelah bangsa Belanda memutuskan meninggalkan tempat ini. Konon, tepatnya di sekitar tahun 1942-an atau menjelang kemerdekaan Indonesia PRI, atau masyarakat setempat sering menyebutnya sebagai Tentara Hitam, memasuki kawasan ini dan melakukan penjarahan dan perusakan bangunan-bangunan milik Belanda itu.

 

 

Lebong Tandai akhirnya di kelola oleh PT. Lusang Mining, sebuah perusahaan yang melanjutkan pergerakan penambangan emas. Masyarakat yang sebelumnya menduduki kawasan ini, akhirnya dipindahkan dengan dalih keselamatan kesehatan.

 

PT. Lusang Mining ini beroperasi selama kurang lebih 15 tahun, atau tepatnya di tahun 1995 meninggalkan tempat itu dan akhirnya dikuasai lagi oleh masyarakat hingga saat ini.

Red-vm

Penulis: UjEditor: Vani m

Tinggalkan Balasan