Infoombb.com Bengkulu Utara – Pemerintah Desa Marga Sakti Kecamatan Padang Jaya Kabupaten Bengkulu Utara, melaksanakan acara kegiatan Rembuk Stunting di Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya terpadu percepatan penurunan angka stunting di tingkat desa.
Acara kegiatan berlangsung di ruangan Balai Gedung Kantor Desa Marga Sakti dan dihadiri oleh berbagai unsur lintas sektor dari Camat Kecamatan Padang Jaya, Kepala Puskesmas (Kapus) Air Lais, Penyuluh BKKBN Padang Jaya, Kapolsek Padang Jaya, Bhabinkamtibmas, Bhabinsa, Ketua BPD beserta anggota, Kader Posyandu Padang Jaya, Bidan Desa, segenap jajaran Pemerintahan Desa, Tokoh masyarakat, Tokoh agama serta para tamu undangan lainnya. Kamis 21 mei 2026.
Berdasarkan hasil kesepakatan, melanjutkan program penanganan stunting di Desa, pemberian vitamin tambahan untuk Balita beresiko stunting, dan pada hasil evaluasi ada penurunan jumlah balita beresiko stunting pada th 2024 sebanyak 35 balita, namun di tahun 2025 mengalami penurunan sebanyak 20 balita.
Rembuk stunting ini bertujuan menyamakan persepsi, menguatkan koordinasi, serta menyusun rencana aksi desa dalam mendukung program nasional penanggulangan stunting berbasis keluarga dan masyarakat.
Dalam pidatonya, Kepala Desa Marga Sakti, Sumaryono, SH. menyampaikan, bahwa persoalan stunting adalah tanggung jawab bersama yang harus ditangani sejak dini melalui edukasi, intervensi gizi, serta penguatan peran keluarga dan kelembagaan desa.
“Desa Marga Sakti berkomitmen menurunkan angka stunting melalui program terintegrasi lintas sektor, ini bukan hanya program, tetaapi investasi masa depan generasi kita,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Air Lais, menekankan pentingnya sinergi antar sektor kesehatan, baik pemerintah desa, dan masyarakat dalam melakukan deteksi dini, edukasi gizi, serta pemantauan tumbuh kembang balita. Singkatnya.(ADV)
Pewarta – Erwan







